• Jelajahi

    Copyright © Media Bhayangkara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Rhinitis: Jenis, Penyebab, Gejala, Obat, dan Lainnya

    Admin
    Jumat, 12 Juli 2019, Juli 12, 2019 WIB Last Updated 2024-05-17T14:50:40Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

    alergi-rhinitis-doktersehat

    DokterSehat.Com – Hidung tersumbat, pilek, dan sering bersin-bersin? Awas, bisa jadi Anda mengalami Rhinitis! Penyakit Rhinitis bisa berkembang semakin parah bila tidak segera diobati. Oleh sebab itu, jangan meremehkan masalah hidung yang satu ini.

    Sebaiknya, Anda mengetahui apa itu Rhinitis dan jenis-jenisnya. Ketahui penyebab, gejala, diagnosis, komplikasi, dan obat untuk masing-masing jenis Rhinitis! Informasi ini bisa membantu para penderita Rhinitis dalam memahami dan mengambil tindakan tepat.

    Apa Itu Rhinitis?

    Rhinitis adalah peradangan yang terjadi pada membran mukosa hidung. Penyakit Rhinitis yang dialami pasien belum tentu sama karena ada beberapa jenis Rhinitis. Penyebab dan diagnosis Rhinitis sering kali berbeda tergantung jenisnya. Namun, hampir semua jenis Rhinitis cenderung memiliki gejala, komplikasi dan pengobatan yang mirip.

    Baca Juga: Rhinitis Hormonal Berisiko Dialami Wanita Saat Hamil, Haid, dan Pubertas

    Jenis-Jenis Rhinitis

    Berdasarkan sifatnya, Rhinitis diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu Rhinitis alergi dan Rhinitis non Alergi. Berikut penjelasannya:

    1. Rhinitis Alergi

    Rhinitis alergi atau bisa disebut juga alergi Rhinitis adalah jenis Rhinitis yang paling sering terjadi. Kejadian Rhinitis Alergi terkait dengan faktor alergi. Ada dua jenis alergi Rhinitis, yaitu alergi musiman (hanya terjadi pada musim tertentu) dan perennial (terjadi sepanjang tahun).

    2. Rhinitis Non-Alergi

    Rhinitis non-alergi adalah jenis Rhinitis yang tidak terkait faktor alergi. Ada banyak jenis Rhinitis non-alergi, tetapi yang sering terjadi adalah Rhinitis infeksi, Rhinitis vasomotor, Rhinitis atrophic, dan Rhinitis medicamentosa.

    Jenis Rhinitis akut dan kronis termasuk di dalam Rhinitis infeksi. Namun, Rhinitis jenis lainnya juga bisa terjadi secara akut atau kronis.

    Penyebab Penyakit Rhinitis

    Penyebab penyakit Rhinitis biasanya bervariasi tergantung pada jenisnya. Alergi Rhinitis terjadi disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang dianggap berbahaya (allergen), sedangkan penyebab Rhinitis non-alergi cukup variatif.

    Berikut ini adalah penyebab penyakit Rhinitis secara detail untuk setiap jenisnya:

    Jenis RhinitisPenyebab Rhinitis
    Rhinitis AlergiAlergi musimanSerbuk sari, spora jamur, rumput, gulma, tanaman musiman
    Alergi perennialTungau, debu, kulit atau bulu hewan, urin hewan, air liur hewan, jamur, kecoak, parfum, produk skincare, produk pembersih, makanan
    Rhinitis Non AlergiRhinitis infeksiInfeksi virus
         Rhinitis akut
         Rhinitis kronis
    Rhinitis vasomotorIdiopatik tetapi terkait dengan iritan, perubahan cuacas, infeksi virus dan penggunaan obat tertentu
    Rhinitis atrophicKomplikasi operasi hidung atau infeksi
    Rhinitis medicamentosaPenggunaan semprotan dan tetes hidung dekongestan secara berlebihan

    Gejala Rhinitis

    Gejala Rhinitis untuk beberapa jenis hampir mirip. Namun, ada juga penyakit Rhinitis jenis tertentu dengan gejala yang berbeda.

    Inilah beberapa gejala Rhinitis untuk setiap jenisnya:

    Jenis RhinitisGejala Rhinitis
    Rhinitis AlergiAlergi musimanbersin, pilek, hidung tersumbat, hidung gatal, batuk, tenggorokan sakit atau gatal, mata gatal, mata berair, sering sakit kepala, kelelahan berlebih, gejala eksim, ada lingkaran hitam di bawah mata
    Alergi perennial
    Rhinitis Non AlergiRhinitis infeksi
         Rhinitis akutpilek, bersin, hidung tersumbat, batuk, dan demam ringan
         Rhinitis kronissumbatan hidung, pengerasan lapisan, sering berdarah, dan keluarnya cairan nanah yang bau
    Rhinitis vasomotorhidung tersumbat, bersin, pilek, selaput lendir membengkak
    Rhinitis atrophicselaput lendir menipis, saluran hidung melebar dan menjadi lebih kering, terbentuk kerak yang bau
    Rhinitis medicamentosahidung tersumbat parah

    Kapan sebaiknya saya menemui dokter?

    Segeralah memeriksakan diri Anda ke dokter jika mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan. Hal ini bertujuan agar dokter bisa segera mendeteksi penyakit Rhinitis dan memberikan pengobatannya.

    Diagnosis Rhinitis

    Diagnosis Rhinitis yang dilakukan pada tahap pertama adalah tes alergi. Tes alergi ini bertujuan untuk menemukan penyebabnya, sehingga bisa mengetahui jenisnya.

    Ada dua jenis tindakan diagnosis untuk mengetahui penyebab Rhinitis, yaitu:

    1. Tes kulit – Tes alergi ini dilakukan dengan meletakkan beberapa zat di atas kulit Anda dan mengamati reaksinya. Tanda-tanda alergi yang muncul menandakan Anda alergi pada zat tersebut
    2. Tes darah – Tes alergi ini dilakukan dengan mengukur jumlah antibodi imunoglobulin E terhadap alergen tertentu di dalam darah Anda.

    Namun, terkadang hasil diagnosis melalui kedua tes tersebut masih belum pasti. Apabila hal tersebut terjadi, maka dokter akan melakukan tindakan diagnosis lanjutan guna mengamati komplikasi yang terjadi pada area sinus.

    Dokter akan merekomendasikan beberapa tindakan untuk melihat kondisi sinus Anda, yakni dengan cara-cara di bawah:

    1. Nasal endoskopi – Dokter akan memasukkan tabung tipis, fleksibel, dan bercahaya ke dalam hidung untuk melihat kondisi hidung dalam.
    2. CT scan – Pencitraan dengan menggunakan sinar-X dan komputer. Dokter dapat melihat gambaran detail bagian dalam hidung.

    Komplikasi Rhinitis

    Baik alergi rhinitis maupun rhinitis non-alergi bisa menimbulkan beberapa komplikasi jika tidak segera ditangani dan dibiarkan terjadi terus menerus.

    Berikut ini adalah beberapa komplikasi Rhinitis yang mungkin terjadi:

    Jenis RhinitisKomplikasi Rhinitis
    Rhinitis Alergi
    • Gangguan tidur terutama di malam hari
    • Gejala asma yang memburuk
    • Sering mengalami infeksi telinga
    • Sinusitis
    • Sering sakit kepala
    • Efek samping penggunaan obat Rhinitis yang diberikan
    Rhinitis Non Alergi
    • Polip hidung
    • Sinusitis
    • Aktivitas terganggu
    • Sering jatuh sakit

    Pengobatan Rhinitis

    Pada umumnya, pengobatan Rhinitis dilakukan dengan memberikan obat Rhinitis yang bersifat simptomati, yaitu meredakan gejala Rhinitis yang muncul. Meskipun, ada juga pengobatan Rhinitis yang bertujuan untuk mengatasi komplikasi.

    Berikut ini adalah beberapa pengobatan Rhinitis yang umum dilakukan:

    Jenis RhinitisPengobatan Rhinitis
    Rhinitis AlergiAlergi musimanObat antihistamin, dekongestan, terapi imunitas
    Alergi perennial
    Rhinitis Non AlergiRhinitis infeksi
         Rhinitis akutObat dekongestan, antihistamin
         Rhinitis kronisObat dekongestan, biopsi
    Rhinitis vasomotorMenghindari asap dan iritasi, menggunakan sistem pemanas sentral, semprotan kortikosteroid hidung, antihistamin, dekongestan oral (bila gejala semakin memburuk)
    Rhinitis atrophicAntibiotik, Estrogen semprot, vitamin A, dan vitamin dan D
    Rhinitis medicamentosamenghentikan obat yang menjadi penyebab, menggunakan semprotan hidung saline dan semprotan kortikosteroid

     

     

    Sumber:

    1. AAFP: Diagnosing Rhinitis: Allergic vs. Nonallergic. David M Quillen and David B Feller. 2006. https://www.aafp.org/afp/2006/0501/p1583.html [diakses pada 10 Juli 2019]
    2. MSDManuals: Rhinitis. https://www.msdmanuals.com/home/ear,-nose,-and-throat-disorders/nose-and-sinus-disorders/rhinitis [diakses pada 10 Juli 2019]
    3. NHS: Allergic Rhinitis. https://www.nhs.uk/conditions/allergic-rhinitis/ [diakses pada 10 Juli 2019]
    4. Healthline: Allergic Rhinitis. https://www.healthline.com/health/allergic-rhinitis#home-remedies [diakses pada 10 Juli 2019]
    5. ACAAI: Allergic Rhinitis. https://acaai.org/allergies/types/hay-fever-rhinitis [diakses pada 10 Juli 2019]
    6. NHS: Non-allergic rhinitis. https://www.nhs.uk/conditions/non-allergic-rhinitis/ [diakses pada 10 Juli 2019]
    7. MayoClinic: Nonallergic rhinitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nonallergic-rhinitis/symptoms-causes/syc-20351229 [diakses pada 10 Juli 2019]
    8. MedicalNewsToday: What is nonallergic rhinitis? Christian Nordqvist. 2018. https://www.medicalnewstoday.com/articles/177085.php [diakses pada 10 Juli 2019]
    9. WebMD: Nonallergic Rhinitis. https://www.webmd.com/allergies/nonallergic-rhinitis#1 [diakses pada 10 Juli 2019]
    10. Healthline: Vasomotor Rhinitis. https://www.healthline.com/health/vasomotor-rhinitis [diakses pada 10 Juli 2019]


    Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini